NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin Sosrosoegondo, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland.
Piala dunia aff
Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.Pada waktu itu tim ini menggunakan seragam berwarna oranye dan bercelana putih seperti warna seragam yang dipakai kesebelasan Belanda.
Berikut 23 pemain yang dipanggil untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia AFC 2015 melawan Cina pada 15 November 2013 di Stadion Shaanxi Province, Xi'an, Cina.
Caps dan gol diperbarui dari 14 Agustus 2013, setelah pertandingan melawan Cina.
No. Pos. Nama Pemain Tanggal lahir (umur) Tampil Gol Klub
12 GK I Made Wirawan 1 Desember 1981 (umur 31) 5 0 Bendera Indonesia Persib
Bandung
GK Dian Agus Prasetyo 3 Agustus 1985 (umur 28) 3 0 Bendera Indonesia Barito Putera
1 GK Choirul Huda 2 Juni 1979 (umur 34) 0 0 Bendera Indonesia Persela Lamongan
2 DF Supardi Nasir 9 April 1983 (umur 30) 14 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
3 DF Benny Wahyudi 20 Maret 1986 (umur 27) 11 0 Bendera Indonesia Arema Cronous
4 DF Victor Igbonefo 10 Oktober 1985 (umur 28) 6 0 Bendera Indonesia Arema Cronous
5 DF Fachrudin Aryanto 19 Februari 1989 (umur 24) 6 0 Bendera Indonesia Persepam Madura United
13 DF Achmad Jufriyanto 7 Februari 1987 (umur 26) 3 1 Bendera Indonesia Persib Bandung
14 DF Ruben Sanadi 8 Januari 1987 (umur 26) 5 0 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
16 DF Muhammad Roby 12 September 1985 (umur 28) 26 1 Bendera Indonesia Persisam Putra Samarinda
15 DF Hasyim Kipuw 9 Mei 1988 (umur 25) 4 0 Bendera Indonesia Persebaya DU
23 DF Ngurah Nanak 28 Juli 1988 (umur 25) 0 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta
6 MF Tony Sucipto 12 Februari 1986 (umur 27) 12 1 Bendera Indonesia Persib Bandung
8 MF Raphael Maitimo 17 Maret 1984 (umur 29) 9 1 Bendera Indonesia Mitra Kukar
11 MF Muhammad Taufiq 29 November 1986 (umur 27) 14 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
18 MF Juan Revi 4 Juni 1986 (umur 27) 1 0 Bendera Indonesia PSS Sleman
19 MF Ahmad Bustomi 13 Juli 1985 (umur 28) 22 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar
21 MF Slamet Nurcahyono 11 Juli 1983 (umur 30) 4 0 Bendera Indonesia Persepam Madura United
24 MF Zulham Zamrun 19 Februari 1988 (umur 25) 3 2 Bendera Indonesia Mitra Kukar
7 FW Boaz Solossa (Captain) 16 Maret 1986 (umur 27) 29 8 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
9 FW Samsul Arif 14 Januari 1985 (umur 28) 9 0 Bendera Indonesia Persela Lamongan
10 FW Tantan 6 Agustus 1982 (umur 31) 1 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
20 FW Muhammad Nur Iskandar 7 Desember 1986 (umur 26) 3 0 Bendera Indonesia Semen Padang








